Fluktuasi Harga Emas
https://rumah-tsaqofah.blogspot.com/2026/02/fluktuasi-harga-emas.htmlبسم الله الرحمن الرحيم
Fluktuasi Harga Emas
Jawaban atas kegelisahan umat mengenai lonjakan harga emas dan stabilitas mata uang masa depan.
Dari Bumi Isra' Mi'raj, Palestina
"Apakah lonjakan harga emas berarti ia tidak lagi stabil sebagai standar mata uang?"
Pertanyaan ini diajukan oleh Ahmad Said, mencermati fenomena kenaikan harga emas yang berkali-kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, serta kekhawatiran akan manipulasi rezim politik dunia terhadap stabilitas logam mulia.
Mengapa Emas Berfluktuasi Saat Ini?
Fluktuasi terjadi karena emas saat ini diperlakukan sebagai komoditas, bukan mata uang utama. Hal ini membuka ruang bagi spekulasi besar.
-
Kepentingan AS: Amerika Serikat berupaya keras agar dolar tetap menjadi sumber utama transaksi global tanpa pengawasan.
-
Hubungan Kolonial: Stabilitas dolar dipaksakan melalui pengaruh politik terhadap negara-negara jajahan/satelit.
-
Uang Kertas Wajib: Mata uang saat ini hanyalah kertas tanpa cadangan emas yang dapat ditukarkan (fiat money).
Kutipan Krisis Ekonomi
"Sistem standar emas menjamin nilai tukar yang stabil karena unit moneter setiap negara adalah emas atau uang kertas yang mewakili nilai penuhnya dalam emas... Nilai tukar antar mata uang menjadi stabil karena semuanya mengacu pada unit emas yang disepakati."
Keamanan dari Spekulasi Eksternal
Mengapa negara Islam tidak perlu khawatir dengan permainan mata uang negara-negara besar?
Kemandirian Bahan Mentah
Negeri-negeri Muslim memiliki semua bahan mentah yang dibutuhkan oleh umat dan negara. Kita tidak membutuhkan barang dari luar negeri secara fundamental. Produk lokal kita mencukupi, sehingga perubahan nilai tukar asing tidak akan melumpuhkan kita.
Kontrol Komoditas Dunia (Minyak)
Kita memiliki komoditas yang dibutuhkan seluruh dunia. Negara Islam dapat menolak menjual minyak kecuali dibayar dengan EMAS. Dengan cara ini, negara Islam justru yang akan mengendalikan pasar keuangan dunia.
"Tenanglah, sesungguhnya di dalam Hizb terdapat para pemimpin yang memiliki kecerdasan, kesadaran, dan kemampuan bertindak yang baik."
Syeikh Atha' bin Khalil Abu al-Rusytah


